Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar kembali melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Jumat (21/8/2026). Cuaca terik berkepanjangan disertai hembusan angin kencang mempercepat kobaran api hingga menghanguskan lebih dari 150 hektare lahan gambut dan semak belukar di wilayah Martapura Barat dan Gambut.

Kabut asap pekat mulai menyelimuti pemukiman warga serta jalur transportasi darat di sekitarnya. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan pemadam kebakaran mandiri terus berjibaku melokalisasi titik api menggunakan mesin pompa air portabel dan helikopter pemadam api.
Kondisi ini memberikan dampak langsung bagi warga yang bermukim dekat dengan titik kebakaran. Ahmad Saukani (47), seorang warga terdampak di Martapura Barat, membagikan kesaksiannya terkait situasi genting di sekitar rumahnya:
“Api cepat sekali membesar karena semak-semak sudah kering sekali terkena panas. Sejak siang kami tidak bisa bernapas dengan tenang karena asapnya sangat tebal dan perih di mata. Kami bersama warga lain terpaksa bergantian membasahi pekarangan agar api tidak merembet langsung ke dinding rumah kayu kami.”
Selain ancaman hilangnya tempat tinggal dan lahan produktif, dampak asap pekat mulai memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan lansia. Logistik mendesak yang saat ini diperlukan mencakup masker medis respirator/N95, tabung oksigen portabel, obat-obatan pernapasan, serta pasokan konsumsi dan peralatan pompa bagi para relawan yang bertugas.
Mari Bersama Bantu Korban dan Relawan Karhutla
Perjuangan memadamkan api dan menjaga napas saudara-saudara kita di Kalimantan Selatan membutuhkan dukungan nyata. Donasi Anda akan disalurkan langsung untuk pengadaan masker medis, bantuan layanan kesehatan darurat, serta dukungan logistik bagi para relawan di garis depan.
Salurkan kepedulian Anda melalui tautan donasi berikut:
