Musibah kebakaran yang melanda kawasan Paseban, Senen, meninggalkan duka mendalam bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. Merespons situasi darurat tersebut, Yayasan Cendikia Indonesia Taqwa tergerak untuk terjun langsung ke lapangan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026. Kehadiran tim di lokasi bukan sekadar agenda kemanusiaan rutin, melainkan panggilan nurani yang amat dekat, mengingat salah satu rumah orang tua dari pengurus yayasan turut menjadi korban dalam musibah ini. Ikatan emosional tersebut memperkuat tekad tim untuk hadir secara nyata mendampingi para korban sejak masa-masa awal pascakejadian.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan menyisir tenda-tenda pengungsian darurat di sekitar tempat kejadian perkara. Tim yayasan mendistribusikan kebutuhan mendesak seperti makanan siap santap, air bersih, pakaian layak, perlengkapan bayi, serta logistik kebersihan langsung ke tangan warga yang bertahan di pengungsian. Penyerahan tanpa perantara ini memastikan bantuan tepat sasaran dan langsung dimanfaatkan oleh mereka yang paling membutuhkan, sekaligus memangkas birokrasi penyaluran di tengah keterbatasan sarana pascabencana.

Selain membagikan bantuan logistik, tim juga mendatangi kediaman orang tua pengurus yang terdampak untuk menyampaikan dukungan moril dan bantuan pemulihan awal secara langsung. Kunjungan di titik-titik pengungsian diwarnai suasana haru saat tim berdialog, mendengarkan cerita, serta memanjatkan doa bersama warga terdampak. Kehadiran Yayasan Cendikia Indonesia Taqwa di Paseban diharapkan mampu meringankan sedikit beban para korban dan menjadi penguat harapan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit ini.










