Bencana pergerakan tanah kembali melanda wilayah pemukiman dan perbukitan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (11/8/2026). Fenomena rekahan tanah yang terus melebar dipicu oleh kondisi struktur tanah yang labil usai diguyur hujan dengan intensitas sedang secara terus-menerus.

Pergeseran tanah tersebut menyebabkan rekahan sedalam 1 hingga 2 meter yang memanjang membelah jalan desa, merusak saluran drainase, serta meretakkan struktur sejumlah fasilitas umum seperti gedung sekolah dasar, musala, dan balai pertemuan warga. Dinding dan lantai bangunan tampak terbelah, memaksa petugas menutup akses fasilitas tersebut demi keamanan bersama.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Deden Supriyatna (52), menuturkan kekhawatiran warga atas pergerakan tanah yang terus berlangsung secara perlahan:
“Retakan tanah ini awalnya kecil sejak awal pekan, tapi lama-lama semakin lebar dan lantainya amblas sampai setengah meter. Bangunan musala dan ruang kelas SD dindingnya sudah retak besar dan miring, sangat bahaya kalau dipakai kegiatan. Kami terpaksa memindahkan aktivitas mengaji dan belajar ke rumah warga. Malam hari kami tidak tenang tidur karena tanahnya terus berderik dan bergeser perlahan.”
BPBD Kabupaten Sukabumi bersama aparat desa setempat telah mengimbau warga di zona rawan pergeseran untuk mengungsi sementara ke lokasi yang lebih stabil guna mengantisipasi amblesan susulan. Kebutuhan logistik mendesak yang sangat dibutuhkan meliputi tenda darurat komunal, terpal penutup retakan tanah agar tidak terisi air hujan, kasur lipat, selimut, pasokan sembako, serta penyediaan fasilitas MCK portabel.
Mari Bantu Pemulihan Fasilitas dan Warga Sukabumi
Ancaman pergerakan tanah membuat aktivitas pendidikan, ibadah, dan kehidupan warga Sukabumi terganggu secara signifikan. Uluran tangan dan kepedulian Anda sangat berarti untuk membantu pengadaan sarana darurat serta memenuhi kebutuhan pokok warga terdampak di pengungsian.
Salurkan bantuan terbaik Anda melalui kanal resmi donasi berikut:
