Sanggar Tari Yayasan Cendikia Indonesia Taqwa merupakan wadah pembinaan seni budaya bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap seni tradisional sekaligus membentuk karakter yang disiplin, percaya diri, dan kreatif.
Kegiatan sanggar ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Sabtu dan Minggu, bertempat di aula Yayasan. Anak-anak binaan mengikuti latihan tari secara bergiliran sesuai kelompok usia dan tingkat kemampuan, dibimbing oleh pelatih tari profesional yang berpengalaman di bidang seni budaya tradisional.

Jenis tarian yang diajarkan meliputi:
-
Tari Yapong – Tarian energik khas Betawi yang melatih kelincahan dan ekspresi ceria anak-anak.
-
Tari Mbok Jamu – Mengangkat budaya jamu tradisional sebagai simbol kekuatan perempuan Indonesia yang penuh semangat.
-
Tari Cublak-Cublak Suweng – Berdasarkan permainan tradisional Jawa, tarian ini melatih kekompakan dan kebersamaan antar anak.
-
Tari Ngapote – Tarian rakyat yang menggambarkan kehidupan petani, mengajarkan nilai kerja keras dan kesederhanaan.
-
Tari Mojang Priangan – Tarian khas Sunda yang penuh kelembutan, melatih keanggunan gerak dan kekayaan ekspresi budaya daerah.
-
Dan berbagai tarian daerah lainnya yang disesuaikan dengan tema bulanan dan minat anak-anak.
Tujuan utama kegiatan ini adalah:
-
Mengenalkan dan melestarikan seni budaya Nusantara sejak usia dini.
-
Menjadi ruang aktualisasi diri bagi anak-anak binaan.
-
Membangun rasa bangga terhadap budaya Indonesia.
Kegiatan ini juga kerap ditampilkan dalam acara-acara peringatan hari besar Islam, Hari Kemerdekaan, maupun undangan komunitas sosial dan budaya, sehingga memberikan pengalaman tampil di depan publik bagi para peserta.
Dengan adanya Sanggar Tari ini, Yayasan Cendikia Indonesia Taqwa berharap dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya berakhlak baik dan cerdas, tetapi juga berbudaya dan mencintai warisan leluhur.