Kisah Nabi Sulaiman a.s. (alaihis salam) adalah puncak dari anugerah Allah SWT kepada seorang hamba. Beliau diberikan kekuasaan yang tak pernah dimiliki oleh siapa pun sebelumnya maupun sesudahnya: menguasai manusia, jin, hingga hewan dan angin. Kisah beliau menjadi teladan utama tentang bagaimana kekuatan dan kekayaan yang melimpah harus dikelola dengan pilar utama: Syukur dan Keadilan.
Syukur: Kunci di Tengah Kekayaan Melimpah
Nabi Sulaiman a.s. adalah seorang pemimpin yang memahami bahwa segala kekuasaan dan kekayaan yang ia miliki hanyalah titipan dari Allah SWT. Sikap pertama yang beliau tunjukkan ketika menyaksikan keajaiban di hadapannya bukanlah kesombongan, melainkan Syukur.
Ketika Ratu Balqis datang dan melihat singgasananya telah dipindahkan dalam sekejap mata, Nabi Sulaiman a.s. berkata:

Ayat ini mengajarkan kita bahwa tujuan dari anugerah dan kekayaan bukanlah untuk dibanggakan, melainkan untuk diuji. Pemimpin sejati adalah yang menggunakan segala sumber daya yang ia miliki sebagai sarana untuk meningkatkan rasa syukur dan ketaatan kepada Allah.
Kepemimpinan: Pengelolaan Sumber Daya dan Keadilan Multidimensi
Kepemimpinan Nabi Sulaiman a.s. adalah contoh sempurna pengelolaan sumber daya dan keadilan yang melampaui batas manusia. Beliau mampu memimpin dengan:
- Pengelolaan Sumber Daya : Beliau mengelola manusia, jin, dan bahkan hewan untuk pembangunan dan tujuan yang benar. Hal ini mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus memaksimalkan setiap potensi dan sumber daya yang ada di sekitarnya dengan efektif.
- Keadilan yang Menyeluruh : Keadilannya tidak hanya berlaku untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk lain. Kisah beliau yang mendengarkan keluhan semut dan kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap hak-hak makhluk hidup, sekecil apa pun itu.
Sikap syukur yang mendalam mendorong Nabi Sulaiman a.s. untuk menjadi pemimpin yang adil dan bertanggung jawab, karena ia yakin bahwa setiap anugerah akan dipertanggungjawabkan.
Mari Kita Wujudkan Syukur dan Keadilan
Kisah Nabi Sulaiman a.s. adalah pengingat bahwa kekayaan sejati adalah kekayaan hati yang dipenuhi syukur dan keadilan. Mari kita terapkan hikmah ini dalam kehidupan kita dan dalam pengelolaan sumber daya umat.
Dukung Yayasan Cendikia Indonesia Taqwa dalam program-program pengembangan masyarakat yang mengajarkan nilai-nilai syukur, manajemen yang baik, dan keadilan sesuai syariat.
Salurkan donasi Anda dan bantu wujudkan kepemimpinan yang adil dan bersyukur!
